(Review Film) A Star Is Born

https://youtu.be/nSbzyEJ8X9E

Sebenarnya, saya nggak tertarik nonton film ini, karena pemerannya adalah Lady Gaga, seorang penyanyi yang selalu tampil dengan make up berlebihan, menor, berani tampil beda. Saya mengira ini adalah film biography dirinya. Jadi males ‘kan kalau mesti nonton dengan tampilannya seperti itu sepanjang film. Tapi saya teringat penampilan dirinya di Oscar 2015, Lady Gaga tampil anggun, dandanan ga menor banget, menyanyikan “Sound of Music”. Suaranya bagus banget! Saya suka! Dan semua penonton standing ovation, tepuk tangan sambil berdiri, terkagum dengan penampilannya. Oleh karena itulah, saya jadi kepengen nonton. Ingin tahu tampilannya sebagai pemain film bersama Bradley Cooper, dalam film “A Star is Born”.

Film ini berkisah tentang Jakcson Maine (Bradley Cooper),  seorang penyanyi country terkenal, banyak melakukan pementasan, tapi punya masalah kecanduan minuman beralkohol. Tengah malam setelah pementasan, Jackson mengunjungi sebuah klub yang memiliki pertunjukan musik dan malam itu Ally (Lady Gaga) seorang pelayan dan penyanyi tampil sangat mengesankan Jack. Tentu saja dengan tampilan yang aneh, alis tinggi sekali, hingga membuat Jackson terperangah. Setelah pertunjukan selesai, Jackson dan Ally menghabiskan malam berdua ngobrol tentang kehidupan mereka. Ally juga bercerita bahwa dirinya menulis lagu, dan pernah ikutan audisi, tapi ditolak karena penampilannya tidak cantik dengan hidung besarnya.

Esoknya mereka berpisah. Ally kembali bekerja sebagai pelayan. Dan tiba-tiba mendapat kunjungan dari supir Jackson yang akan menjemputnya ke bandara untuk diterbangkan menuju konser Jackson dengan pesawat pribadi. Sampai tempat konser, Ally langsung menuju tepi panggung melihat aksi Jackson. Secara mengejutkan, Jackson mengajaknya ikut bernyanyi di atas panggung! Awalnya Ally menolak, tapi akhirnya berjalan ke tengah panggung dan ikut menyanyi. Suaranya yang keren berhasil mempesona penonton dan Jackson, sehingga mengajak Ally untuk ikut bergabung dalam turnya. Hubungan romantis pun terjalin antara mereka berdua.

Biasa aja kan ya ceritanya. Seorang bintang ketemu orang biasa, menjadi terkenal kemudian mereka berdua jatuh cinta. Saya merasa cerita film ini seperti film romantis pada umumnya. Saya merasa mudah menebak isi film ini dan terlalu cepat ketahuan. Tapi tebakan saya salah. Malah cerita semakin rumit dan mengejutkan.

Jadi, Ally dan Jackson pun sibuk mengadakan tur dan menciptakan banyak lagu. Hingga akhirnya di sebuah tur, Ally bertemu seorang produser rekaman yang menawarkannya untuk membuat album solo. Awalnya Ally keberatan karena harus meninggalkan Jackson. Tapi Jackson justru mendukungnya supaya mengambil kesempatan itu. Di sinilah kita bisa melihat perubahan seorang penyanyi yang harus mengikuti keinginan seorang produser yang akan melejitkannya menjadi bintang. Ally diubah menjadi penyanyi pop, harus menari dengan para penari latar, mengatur jadwal dengan ketat sehingga menjauhkannya dari Jackson.

Bintang Ally semakin bersinar, sedangkan Jackson semakin terjebak dengan kecanduan minuman, dan mempermalukan mereka berdua di malam Grammy Award dan pingsan di atas panggung karena mabuk. Hingga akhirnya Jackson harus mengikuti rehabilitasi dan mengakui perasaan bersalah terhadap Ally.

Ally menerima Jackson kembali, mengajaknya ke konser untuk bernyanyi berdua. Setelah konser ini, Ally akan membatalkan turnya dan berjanji akan menghabiskan waktu hanya berdua.

Ketika Ally sedang mempersiapkan konsernya, produser datang ke rumahnya dan bertemu dengan Jackson. Produser menceritakan perjuangan Ally  untuk mengatasi akibat insiden di malam penghargaan Grammy. Jackson terkejut dan terpukul, karena Ally tidak pernah bercerita.

Pada konser malam itu, Ally berkali-kali menanyakan kepada produsernya, kenapa Jackson tak kunjung datang.

Malam itu, Jackson tidak datang ke konser Ally. Dan Ally harus menghadapi bahwa Jackson tidak akan pernah datang.

Sigh. Bukan cerita yang sederhana. Tapi perjuangan  menjadi artis dan keterpurukan seorang bintang. Bagaimana industri rekaman memoles seorang penyanyi menjadi bintang, dan mengupayakan berbagai cara supaya sang bintang tidak terganggu terpecah konsentrasinya dengan urusan di luar menyanyi.

Saya suka film ini. Bradley Cooper bemain bagus! Tampil dengan brewokan tampang acak-acakan. Seorang bintang yang harus tampil gemilang mengatasi kecanduan kemudian terpuruk. Cooper menyanyikan sendiri lagu-lagunya di sini. Suaranya keren bisa mengimbangi Lady Gaga. Selain sebagai pemain, Cooper juga merangkap sebagai: produser, sutradara dan penulis skenario. Borongan yaa..

Lady Gaga. OMG! Suaranya bagus banget. Baru kali ini saya mendengar dia bernyanyi. Tampil apa adanya, tanpa riasan mewah malah membuat dirinya tampil seperti pemain film yang sudah membintangi puluhan film. Dia dan Cooper begitu melebur sebagai sepasang kekasih yang bernyanyi, berantem, ngobrol.

Saya jadi teringat film Bradley Cooper sebelumnya, “Silver Linings Playbook” dimana dia bermain bersama Jennifer Lawrence. Lawan mainnya memenangkan Oscar pada tahun 2013 sebagai aktris terbaik. Entahlah, siapa tahu, tahun depan, hal yang sama pun akan terjadi. Lawan mainnya akan mendapatkan oscar. mungkin loh yaaaa.. Cooper malah disebutkan pantas untuk mendapatkan Oscar sebagai sutradara terbaik.

Well, dua bintang mungkin akan muncul di Oscar mendatang. Kita tunggu.

Atau Cooper mau jadi penyanyi country sungguhan? 😊

(HaniHasanah)

A Star is Born
Director: Bradley Cooper
Cast: Bradley Cooper, Lady Gaga, Sam Elliot

Film

magazinegani92 View All →

Online Newsletter for All Alumni of SMA 2 Bogor, Class of 1992.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: