(Let Them Be Little) Hewan-Hewan Keluargaku

Saya senang bermain bersama hewan, karena saya sangat menyukai berbagai macam hewan kecuali ular, karena menurut saya ular itu mengerikan. Dalam tulisan kali ini saya akan bercerita tentang berbagai pengalaman saya bermain bersama berbagai hewan.

Sejak kecil saya menyukai kucing, padahal awalnya saya pun takut, karena mendengar cerita dari beberapa teman saya yang sudah pernah dicakar kucing. Tapi akhirnya saya mempunyai keinginan yang begitu besar untuk membuktikan kepada teman-teman bahwa kucing sebetulnya tidak menyeramkan seperti yang mereka pikirkan.

Dan akhirnya pada suatu hari keinginan saya terwujud. Saat saya masih TK, ada kucing liar yang tiba-tiba datang ke rumah. Sejak saat itu kucing tersebut saya pelihara dan saya beri nama rong-rong.

Setelah sekian lama saya pelihara, rong-rong hilang waktu saya dan orangtua pergi berlibur beberapa hari. Untuk menghibur kesedihan saya, kami pergi ke Kuntum Farmfield atau teras air, di daerah Tajur, Bogor.

Di sana kita bisa memancing ikan, memberi minum susu bayi domba, bayi sapi, memberi makan kelinci, marmut, dan masih banyak lagi binatang lainnya. Saya juga senang bisa menggendong hewan-hewan tersebut, karena semua hewan di sana sangat bersih dan terawat.

Selain Kuntum Farmfield, Taman Safari di Cisarua juga tempat yang menyenangkan untuk bermain dengan binatang. Dan koleksi terbaru Taman Safari yang paling saya saya sukai adalah dua panda yang dikirim dari China, yaitu Hu Chun dan Cai Tao. Pada awal memasuki istana panda kita akan diajak ke teather, yang memutar film perpisahan Hu Chun dan Cai Tao di China, kemudian penyambutannya di Indonesia. Perpisahan dan penyambutan kepada Hu Chun dan Cai Tao sangatlah meriah, seperti penyambutan Pak Presiden.

Setelah kita selesai menonton film yang berdurasi 5 menit, kita akan berjalan menuju kandang Hu Chun dan Cai Tao. Awalnya saya kira panda itu adalah hewan herbivora, tapi ternyata panda adalah hewan omnivora yaitu pemakan daging dan tumbuhan.

Sebetulnya ada satu hal yang saya inginkan sejak kecil, yaitu menunggang panda. Tapi setelah mengetahui bahwa panda itu sebenarnya cukup ganas, keinginan saya untuk menunggangi panda pun hilang.

Saya sangat senang melihat Hu Chun dan Cai Tao ada di Indonesia. Saya berharap panda di Indonesia akan menjadi sangat banyak dan bisa terawat dengan baik.

Selain Kuntum Farmfield dan Taman Safari Cisarua. Saya juga senang mengunjungi rumah Guguk yang terletak di daerah Lembang, Bandung. Awalnya saya segan untuk berfoto dengan para anjing yang ada di tempat tersebut. Karena saya takut terkena hidung atau terjilat oleh anjing tersebut. Tapi saya diyakinkan oleh penjaga bahwa anjing-anjing tersebut sudah dilatih agar tidak menjilat atau mencium orang orang disekitarnya. Dan ternyata benar apa yang dikatakan oleh penjaga anjing anjing tersebut, bahwa anjing-anjing tersebut sangatlah jinak dan tidak menjilat maupun mencium kita. Hal ini yang membuat saya begitu suka dengan tempat ini.

Di Rumah Guguk ada kelompok bayi anjing & anjing2 jenis besar, ada anjing jenis golden retriver, Husky, chihuahua, dll. Ada juga berbagai macam anjing yang dijual, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Saya sangat terkejut karena ketika saya masuk di sana banyak anjing yang sedang dibersihkan. Selain itu juga yang membuat saya terkejut adalah cara perawatannya. Salon anjing-anjing tersebut persis dengan salon manusia.

Dan saat saya mulai berjalan ke dalam, juga ada kolam renang. Ternyata kolam renang itu bukan hanya untuk anjing saja, tapi pemilik anjing pun bisa ikut berenang bersama anjing peliharaannya.

Saat saya hendak keluar, saya melihat anjing kecil yang lucu. Dan ternyata anjing tersebut dijual. Setelah saya mengetahui anjing tersebut dijual saya memohon kepada papah saya agar dibelikan anjing tersebut. Saat kami menanyakan harga anjing tersebut kepada penjualnya, penjualnya pun menjawab 18 juta. Karena anjing tersebut sangat mahal saya tidak jadi membelinya.

Beberapa bulan kemudian saya mengunjungi Rumah Guguk lagi, ada yang berbeda. Karena saat saya membeli tiket saya ditawarkan tempat baru. Dan saya tertarik hingga pada akhirnya saya membeli tiket untuk ke tempat baru tersebut. Sesampainya di sana saya tdk hanya melihat anjing. Tapi saya juga melihat bebek, burung, iguana, ular, semuanya sudah sangat jinak. Saya sangat senang bermain disana.

Alhamdullilah saya sangat senang bermain bersama hewan-hewan di sekitar saya. Karena bagi saya hewan adalah bagian dari keluarga saya.

Bening Mustika Brahmantio atau dipanggil Bening, adalah puteri sulung dari Lia Emiria M (Fis1), sekarang kelas 5 SD. Ini adalah tulisan pertama Bening untuk magazinegani92, mudah-mudahan keinginan Bening untuk bisa menunggangi panda dan mengadopsi anjing yang harganya 18 juta itu tercapai. Aamiin.

Let Them Be Little

magazinegani92 View All →

Online Newsletter for All Alumni of SMA 2 Bogor, Class of 1992.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: