(Travelogue) Pesona Karimun Jawa dari Atas Bukit

Karimun Jawa, sebuah pulau di Jawa Tengah sudah terkenal memiliki keindahan pantai dan bawah lautnya, tempat ini juga sudah dinobatkan sebagai Taman Laut Nasional. Banyak orang datang ke sana untuk snorkeling dan bermain di pasir putih, tapi cobalah mengambil waktu satu hari untuk menjelajah pulaunya. Karena pulau Karimun cukup besar, ada banyak tempat untuk dikunjungi dan tak kalah indahnya.

Setelah menyeberang menggunakan kapal cepat selama dua jam dari pelabuhan Kartini di Jepara, akhirnya tibalah saya dan rombongan teman di pelabuhan Karimun Jawa. Pasir putih dan laut berwarna hijau tosca menyambut kami.

Sebuah mobil siap menjemput mengantarkan kami ke penginapan. Dalam perjalanan, kami melewati alun-alun Karimun yang di sekitarnya banyak penginapan dan rumah penduduk yang cukup padat. Sedangkan penginapan saya cukup jauh, di ujung pulau, di pinggir pantai. Jalanan beraspal cukup bagus, lalu lintas ramai dengan mobil dan motor. Kami melewati sebuah bukit dan bisa melihat laut dari ketinggian.

Menara Pandang di Pulau Karimun

Hari pertama dan kedua saya habiskan untuk menjelajah beberapa pulau sambil snorkeling. Tapi hari ketiga, ketika beberapa teman harus kembali pulang, saya menambah satu hari untuk menjelajah daratan Pulau Karimun.

Dengan menyewa satu kendaraan mobil dengan harga sewa sekitar Rp. 400.000, tujuan pertama kami adalah hutan Mangrove yang letaknya cukup jauh dari alun-alun, sekitar 40 menit tapi berdekatan dengan bandara Karimun Jawa. 

Yup. Ada bandara di Karimun. 

Berarti besar banget kan pulaunya dan banyak pengunjungnya. Tapi pesawat ke sana jadwalnya masih terbatas.

Hutan mangrove seluas 10.5 ha dikelola oleh Balai Taman Nasional Karimun Jawa. Setelah melewati gerbang tiket, kita akan menyusuri jalanan yang terbuat dari kayu seperti jembatan di tengah hutan yang lebat dan rimbun, udara segar dan guguran daun di atas papan kayu. Luaskan pandangan ya, jangan main hape mulu. Siapa tahu bisa melihat ular lagi nyantai di tepi papan. Itu yang kami lihat ketika sedang berjalan.. hiiyyy.

Trekking di hutan mangrove juga bisa sambil menambah pengetahuan, ada beberapa papan informasi yang menjelaskan tumbuhan apa saja yang ada di sana. 

Panjang trek di hutan mangrove ini sekitar 2 km. Tapi tidak terasa lelah. Setelah berjalan cukup jauh, kita kemudian tiba di menara pandang yang cukup tinggi setara dengan bangunan bertingkat tiga, terbuat dari kayu. Di puncaknya, kita bisa melihat pemandangan Bukit Karimun Jawa, lautan luas dan hutan mangrove. Setelah puas menikmati pemandangan dan kembali menyusuri jalanan berkayu, perjalanan kami lanjutkan menuju Pantai Annora.

Di pantai ini ada ayunan basah. Maksudnya, ayunan itu agak menjorok ke pantai, dan kita harusbasah-basahan untuk mencapainya, tapi bagus buat foto-foto. Pasti rela basah-basahan. Demi foto. 

 Nah, kalau nggak mau basah-basahan dengan air laut, kita basah-basahan keringetan mendaki bukit Annora. Awal pendakian melewati secret garden, taman kecil di pinggir pantai, dan tidak terlalu jauh mendakinya. Dari atas puncak, kita bisa melihat laut dengan gradasi warna biru, dan bebatuan karang hitam. 

Turunlah ke sisi bukit lainnya, kita akan melihat batu karang yang panjang di tepi pantai.Di ujungnya, ada sebuah ayunan. Angin semilir. Aroma laut. Biru laut. Hmmmmmm..

Setelah puas menyantap kelapa muda di tepi pantai, kami naik mobil lagi menuju Bukit Cinta. Asyiikk..

Bukit Cinta merupakan salah satu ikon Karimun yang diminati wisatawan. Jika waktunya terbatas, kamu bisa berkunjung ke sini sebelum pulang. Lokasinya tidak jauh dari alun-alun Karimun. Sekitar 20 menit dengan berkendara. Bisa dijadwalkan minggu pagi, tapi harus siap rebutan spot foto, karena ramai banyak peminatnya. 

Ada beberapa spot yang menarik, yakni sarang burung di atas pohon dengan latar laut biru dan rimbunnya pepohonan. Ada juga tumpukan batu bertuliskan Karimun Jawa yang besar untuk foto ramai-ramai dan sebuah patung huruf bertuliskan LOVE yang dikerumuni pengunjung untuk bergantian berfoto.

Nah, kalau mau yang lebih dekat dari alun-alun Karimun, bisa mengunjungi satu bukit yang juga punya pemandangan bagus dan bisa menikmati senja. Bukit Jowo Tuwo. Tidak jauh dari loket masuk, kita disambut oleh kerangka ikan yg cukup besar. Menurut cerita, ikan berukuran panjang 3 meter ini terdampar Pantai Karimun dan termasuk langka. Kemudian bangkainya disusun kembali dan disimpan di bukit ini, sehingga dinamakan bukit Joko Tuwo.

Di atas bukit ini, kita bisa melihat pelabuhan Karimun dan perahu-perahu yang bersandar. Fasilitas lainnya adalah sarang burung, patung bertuliskan Karimun, ayunan dan bingkai kayu berbentuk cinta yang besar. 

Entahlah. Kenapa banyak patung dan bentuk cinta di atas bukit Karimun Jawa ini. Mungkin biar banyak orang yang jatuh cinta dengan Karimun Jawa dan kembali ke sini.

Yang pasti, hari itu, saya dan teman-teman puas bisa melihat dan menjelajah daratan Karimun Jawa. Dan kami menutupnya dengan menikmati senja yang jatuh di lautan dari atas bukit. 

(Hani Hasanah)

 

Travelogue

magazinegani92 View All →

Online Newsletter for All Alumni of SMA 2 Bogor, Class of 1992.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: