(Sport dan Kesehatan) What Sport Are You ?

“Yuk kita berolahraga, pain is only temporary but victory is forever !”

Tim redaksi majalah ini berinisiatif untuk melakukan wawancara dengan beberapa kawan kita yang masih menekuni olahraga secara rutin, dan hanya saja karena keterbatasan waktu dan lain hal, tidak semua kawan kita yang masih rutin berolahraga bisa kita tampilkan di edisi kali ini.

Judul dari artikel ini kami kutip dari wawancara kami dengan Cahyadi yang dilakukan via aplikasi WhatsApp, ya memang, tantangan terbesar untuk mulai berolahraga adalah saat pertama kali melangkahkan kaki untuk memulainya, bahkan ketika sudah memulainya pun, ada beberapa hal yang potensial akan membuat kita melangkah mundur lagi, umumnya ya karena ketika pertama kali kita melakukannya, akan sangat capek sekali, pegal-pegal, keseleo, atau hal-hal lainnya.

Tapi seperti kata Cahyadi, pain is temporary, segala macam kesulitan dan rasa pegal dan lain lain hanyalah untuk sementara, tapi dalam jangka panjang apabila dengan berolahraga secara teratur kemudian kita dikarunai kesehatan, kebugaran dan ketenangan pikiran, itulah dia kemenangan sesungguhnya, victory isforever.

Berikut adalah wawancara kami dengan kawan-kawan kita, terimakasih atas waktunya dan kesediannya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami untuk semua narasumber, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Faaris Pranawa (Fis 2)

Marathon

               Disela kegiatannya yang selalu sibuk, Faaris masih menyempatkan untuk menjawab pertanyaan yang dilayangkan melalui chat WhatsApps, di kalangan kawa-kawan sesama alumni SMA 2 angkatan 92, Faaris sudah terkenal sudah lama menekuni olah raga lari dan pernah mengikuti beberapa event marathon nasional dan internasional.

Faaris Pranawa, Fis 2

Berikut adalah kutipan percakapan tim redaksi dengan Faaris Pranawa, seputar hobby larinya ini:

               Ay, apa manfaat yang terasa setelahbertahun-tahun menekuni olahraga ini ?

               Jadi ngga gampang sakit-sakitan, berat badan terjaga, terus hasil Medical Check-Up selalu bagus 😊. Di luar kondisi fisik, mental jadi lebih stabil dan tangguh karena terbukti mental kita bisa diandalkan untuk melakukan pekerjaan berat. Selain itu, adajuga manfaat dari sosial , kita jadi bisa menghormati dan menghargai orang lain, menghargai sebuah proses, serta memperluas pergaulan.

               Ada ngga peristiwa berkesan ?

               Tentu ada.

               Saat pertama kalinya berhasil finish untuk full marathon. Dari mulai pertama menekuni olahraga lari (ngga pernah lari sama sekali) sampai akhirnya berhasil finish marathon, prosesnya memerlukan waktu satu tahun latihan.

               Ada prestasi membanggakan ?

               Ini hanya prestasi pribadi saja ya , prestasi yang menurut saya pribadi sangat membanggakan adalah berhasil finish di event internasional full marathon ; Jakarta Marathon, Bali Marathon, Singapore Marathon dan Berlin Marathon.

               Terus, target berikutnya apa dong nih ?

               Ambisi sih ada, menyelesaikan seluruh seri World Major Marathon.

               Lupa nanya, emang sejak kapan sih mulaimenekuni olah raga lari ini ?

               Tahun 2013.

               Terus, kenapa memilih lari?, karena lagi trend kah ?

               Bukan. Justru karena murah, mudah dan meriah. Jadi trend dan lifestyle kan belakangan ini saja.

               Suka duka ketika berlomba, ada ?

               Sukanya, ya itu, jadi punya kenalan baru dan memperluas pergaulan.

               Dukanya, ketika saat sudah capek berlari, tiba-tiba disalip oleh kakek-kakek atau nenek-nenek yang larinya lebih kencang.

               Pernah cedera ?

               Cedera ringan saja. Langsung dipulihkan dengan RICE (Rest Ice Compress escalate).

               Ada ngga pesan yang ingin disampaikan bagi kawan-kawan yang baru ingin menekuni olehraga lari ini ?

               Ya, mulai saja dengan santai. Jangan maksain juga.

               Coba mulai lari dengan interval antara lari + jalan.

               Your training will not betray you, and run together so you can go far.

               Masih latihan rutin ?

               Idealnya sih 5x seminggu, sekarang karena kesibukan dan lain-lain, cuma rutin 1xseminggu saja.

               Nuhun, Ay

               Sama-sama  *(RF)

Endang Iskandar (Fis 1),Rieza Fitramuliawan (Fis 1), Wahdi Muntaqo (Bio 3), Bambang Ade (Fis 1), DianMufthadin (Fis 2).

(Sepak Bola)

Rieza, Bambang, Dian, Endang dan Wahdi

Ketika ditemui oleh Tim Redaksi majalah ini, mereka masih berpeluh dan berkeringat, sehabis selesai bermain bola kira-kira 2×35 menit.

“Iya, sekarang hanya tinggal kami berlima saja, padahal awal terbentuk, tulang punggung daritim ini justru alumni SMA 2 angkatan 1992”, demikian Wahdi memulai pembicaraan.

“Awalnya itu ketika diadakan acara ngumpul-ngumpul di Budi Agung tahun 2010 yang lalu, salah satu acaranya adalah bertanding basket dan futsal dengan anak-anak sekolah SMA2, sehabis acara itu kami berinisiatif untuk melanjutkannya dengan bermain futsal bersama, Eka Chandra yang memulai, kemudian kita rutin bermain seminggu sekali di hari Minggu, banyak kawan-kawan yang bergabung, niatnya memang untuk sekedar bermain futsal untuk cari keringat saja”.

“Tercatat pernah bermain futsal dengan kita, Maulana Bachtiar, Rachmat Afian, Oyongjefriandi, Rizky Prasetya, Amin Furusato, Eka Chandra, Dani Panji, Agus Cahyono, Nizom dan masih ada beberapa lagi yang walau tidak rutin, tapi datang untuk sekedar bermain dengan kami”.

“Tahun 2014,karena sudah bosan bermain futsal, kami memutuskan untuk mencoba bermain sepakbola lapangan, itu karena anggota tim sudah membesar karena banyak bergabung pemain-pemain lain yang bukan dari alumni SMA 2, jadi artinya sampai tahun 2018ini, genap kita sudah delapan tahun bermain bola bersama, dan tinggal kami berlima ini saja sisanya yang masih aktif, dan rutin bermain di hari Minggu diLapangan Armed, Pomad, Bogor”.

Menurut Wahdi, dengan bermain bola secara teratur, pola hidupnya lambat laun berubah menjadilebih tertib dan disiplin, serta lebih teratur dalam menjadwalkan kegiatan,selain itu ia merasakan manfaat dalam hal kesehatan paru-paru, sekarang paru-paru saya sudah tidak kaget lagi ketika diajak untuk berolah-raga yangagak berat. Bambang dan Endang punya pendapat yang hampir sama, dengan berolahraga rutin tiap minggu, level kebugaran dirasakan meningkat, walaupun masih dianggap kurang.

Sementara Rieza punya pendapat yang agak sedikit berbeda, “Sebenarnya sepak bola saya rasa bukanlah olahraga yang cocok apabila tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan atau meningkatkan kebugaran, apalagi kita hanya bermain sekali dalam seminggu saja, justru sepak bola adalah olahraga yang menuntut kebugaran dan kesehatan dari para pemainnya“. 

“Sebenarnya,yang terjadi adalah karena kita tahu bahwa di hari Minggu ada jadwal tanding, karena kita sudah melakukannya bertahun-tahun, kebiasaan jadi mulai berubah, hari-hari sebelum pertandingan, tanpa disuruh lagi, kita sudah tertib dalam menjaga kesehatan dan pola hidup, tidur lebih awal tapi bangun lebih pagi lagi,makanan sudah mulai pilih-pilih, dan juga kadang minum vitamin, semua itu terjadi secara otomatis karena niat ingin tampil fit saat pertandingan di hari Minggu, seolah-olah jadi seperti atlit beneran”, demikian jelas Rieza sambil nyengir.

“Kesimpulannya, kebugaran yang kita rasakan ini sebenarnya adalah efek dari persiapan yang kitalakukan di hari-hari sebelum pertandingan ; makan teratur dan tidak lagi asal makan, tidur teratur ngga lagi begadang, dan yang terpenting pola pikir positif”.

Pendapat itu diamini oleh yang lain ,”Betul, saat ini kalau tidak ada hal yang memang menarik, sudah tidak pernah lagi saya begadang di malam hari, lebih baik tidur teratur agar esok hari badan bisa segar, dan yang terpenting, bisa fit untuk pertandingan di hari Minggu”.

Bambang menambahkan, “Seharusnya ada jadwal latihan fisik di mid-week, nah yang ini untuk kesehatan dan kebugaran. Dulu kita isi dengan bermain Badminton, tapi karena kesulitan mencari lapangan dengan jadwal yang cocok, kegiatan itu terhenti. Saat ini kami mulai mencari lagi lapangan yang bisa kami pakai untuk bermain di mid-week”.

“Iya, betul”

“Seharusnya bisa lebih ditambah lagi porsi latihan fisik di mid-week, saya sudah mulai mengisinya dengan berenang , setiap berenang selalu saya target minimal 1000m, kebetulan rumah saya dekat kolam renang, jadi lebih mudah menyesuaikan jadwal”, Rieza menambahkan.

“Penampilan di hari Minggu menjadi tolak ukur kebugaran tubuh, saat misal tidak fit, biasanya langsung tidak bisa mengimbangi permainan dari kawan-kawan yang lain, disitu saya mulai merasa tua, jadi kebugaran tubuh ini jadi fokus saat hendak bermain”, Dian ikut berkomentar.

Pernah cedera ?

“Sepak Bola ini olahraga “body contact” walau sudah membatasi, tapi saat bermain, suka lupa umur, jadi bertabrakan, ditendang, kena tendang dan sejenisnya, sudah biasa”, jawab Dian , “Paling sering sih, cedera hamstring sudah biasa kalo itu sih”, kata Endang.

“Saya pernah cedera parah dislokasi sikut, ketika dulu masih bermain futsal. Saya harus absen bermain selama 2 sampai 3 bulan kalo tidak salah, akibat salah terjatuh di lapangan futsal”, Bambang mengisahkan.

Lain lagi dengan Rieza, “Lutut kiri saya cedera ketika bermain di Lapangan Lawang Gintung, itu di tahun 2015, harus berhenti total bermain bola sekitar 3 bulan, sekarang sudah 3 tahun berlalu, sampai sekarang masih suka terasa nyeri kalau dipakai naik turun tangga”.

Ada target dalam menekuni olahraga ini ?

Dian : “Ingin terus bermain, sampai tidak mampu”.

Wahdi dan Endang : “idem”

Bambang :“Pada dasarnya, kita semua suka sepakbola, kalau tidak melakukan, ya menonton bola, kita terkadang datang ke lapangan tidak hanya mendapat kepuasan dalam permainannya, tapi juga bersosialisasi dengan kawan-kawan baru, bercanda, membahas sepak bola, dan hal lain, jadi ada segi sosialnya juga, mudah-mudahan sih masih terus bisa berlangsung seterusnya”

Rieza: “Dari segi fisik, lambat laun, karena faktor usia, kita sudah tidak bakalan lagi bisa mengimbangi lawan-lawan kita yang rata-rata masih berusia muda (sekali). Tapi ada faktor lain yang tumbuh di jiwa kita karena seringnya kita bermain rutin melawan anak-anak muda itu, ialah semangat berkompetisi”. 

“Saya merasakan manfaat yang besar dari semangat berkompetisi ini, saya jadi tidak mudah untuk menerima kekalahan dan tidak mudah menerima kegagalan, jadi terbiasa untuk melakukan instropeksi setelahnya, saya jadi seperti punya semangat ekstra untuk berkompetisi, tidak hanya di olahraga, tapi di aspek kehidupan sehari-hari, jiwa kompetitif jadi terbina oleh kompetisi yang kita jalankan rutin setiap hari Minggu”.

Dian : “Sepak Bola ini adalah olahraga permainan, melibatkan 11 orang pemain dengan bermacam-macam sifat, kita merayakan kemenangan dan kepuasan bersama-sama, tapi juga merasakan kekesalan yang sama kalau kalah, jadi belajar menghargai peranan orang lain dan pentingnya kerjasama, khususnya, mengelola emosi”.

Endang :“Betul sekali itu. Di saat pertama turun ke lapangan bola, kalau akan bertanding, kita sering pilih-pilih lawan, diusahakan jangan yang terlalu jago, tapi setelah semangat berkompetisi kita sudah semakin terasah, sudah tidak ada lagi perasaan takut, sekalipun lawan kita pernah diperkuat oleh pemain yang bermain di Liga Indonesia. Kalaupun tetap akhirnya kalah, no problem”.

Sekali lagi, suka kan udah jelas ya, apadukanya setelah delapan tahun bermain bola bersama ?

Dian :“Dukanya, kalau musim hujan tiba”.

Wahdi : “Kalau musim hujan tiba”, “Penantian seminggu jadi buyar ketika mendadak hujan deras di hari Minggu”.

Bambang :“Hujan, dan kalau mendadak lapangan tidak bisa dipakai, serasa sia-sia sudah persiapan fisik selama seminggu, pas hari H, mendadak batal”.

Rieza dan Endang : “Kalau karena satu atau lain hal, jadi tidak bisa ikut bermain, badan jadi serasa sakauw, dan harus menunggu seminggu lagi sampai jawal bertanding berikutnya”.

Apabila bisa difasilitasi oleh Pengurus Alumni Angkatan 1992, ingin berolahraga apa kira-kira untuk mengisi waktu ditengah pekan bersama-sama dengan kawan-kawan yang lain ?

Dian : “Apa saja karena pada dasarnya saya senang berolahraga”.

Bambang dan Rieza : “Badminton”

Wahdi :“Billiard”

Endang :“Golf, tapi karena belum bisa, ya sudah, Badminton saja”.

Terimasih atas waktunya.

Mereka berlima: Siip !  *(RF)

Tommy Wahyudi, Bio 3

Tommy Wahyudi (Bio 3)

Marathon

“Saya memang pada dasarnya, suka olahraga. Saya tinggal di Gang Aut Bogor, biasanya anak muda yang tinggal di area situ, pasti pada suka olahraga. Dua tahun terakhir ini, lagi gemar lari“, Demikian Tommy membuka percakapan dengan reporter majalah ini, Rudi Setiawan.

“Ya, sama seperti yang lainnya ya, lari ini olahraga yang murah, mudah dan meriah, bisa dilaksanakan kapan saja dan dimana saja, asal ada kemauan. Modal sebotol air mineral, jadi lah !”, Tommy melanjutkan.

“Saya rutin berlari, Sabtu dan Minggu pagi, yaa tergantung mood, paling antara 10km – 20km setiap latihan, tapi kalo misal ada waktu, saya juga berlari di hari kerja”.

“Banyak yah”, Ketika ditanya, manfaat apa yang dirasakan setelah menekuni olahraga lari ini.

“Setelah rutin berlari, badan menjadi lebih fit yang sangat menunjang aktivitas sehari-hari, pekerjaan jadi lebih lancar. Dalam kehidupan pribadi, hubungan dengan pasangan hidup jadi lebih OK. Ini yang harus semua orang tahu, …. Ga perlu pake Viagra….Hehehehe”.

               Pernah cedera ?

               Alhamdullilah, tidak pernah.

               Karena konsepnya, lari itu tidak pake memaksakan diri, sesuai dengan kemampuan tubuh saja. Jadi jarang sekali cedera terjadi.

               Pengalaman berkesan selama menekuni olahraga ini ?

               Yang berkesan,ya kalau bisa finish di setiap lomba marathon yang saya ikuti.

               “Awalnya sih, saya cuma pengen sehat saja, ga ada ambisi lain”. “Tapi kemudian kok disetiap lomba, jadi muncul target waktu yang ingin saya capai, yang tentu harus lebih cepat daripada yang pernah saya capai sebelumnya, target itu muncul secara alamiah saja”.

               Prestasi terbaik saya, 5 besar Marathon di kelas 40 up.

               Di bulan Oktober ini saya berencana untuk berpartisipasi di Jakarta Marathon 42K, target waktu … 4 jam !

               Ada suka dukanya menekuni olahraga lari ini? 

               Sukanya, karena kondisi kesehatan dan kebugaran jadi terjaga, sehat dan jadi punya banyak kawan.

Dukanya ?, kalo terlalu sering lari, suka dimarahin istri.

               Ada pesan bagi kawan sesama alumni angkatan 92 ?

               Ya, jalani sesuai kemampuan saja, ga usah maksain.

               Jangan maksa dengan target jarak tempuh atau waktu tempuh.

               Jujur sajalah, seusia kita kan maunya sehat terus yah, sudah tidak lagi mencariprestasi.

               Berlarilah dengan target ingin sehat, sesuai kondisi dan kemampuan tubuh kita masing-masing, target-target lain, ya akan muncul secara alami.  *(RS)

M. Nizom (Fis 1)

Badminton

“Banyak ya, dari segi fisik terasa badan ini jadi lebih fit, dan dari segi rohani, kita jadi lebih sadar diri, karena dulu waktu usia muda, saya bisa maen 4 babak, sekarang dengan usia saat ini, maen sekali saja sudah mulai terasa loyo, maksudnya, agar saya jadi sadar diri kalau usia sudah tidak muda, dan harus lebih istiqomah”

M.Nizom memberikan pendapatnya, ketika ditanya apa manfaat dari olahraga yang ialakukan secara rutin ini.  Nizom bermain badminton secara rutin sejak tahun 2001, awalnya karena di tempat kerja ada beberapa kawannya yang rutin bermain, dan mengajak serta latihan.

               “Saat ini, saya latihan 2x seminggu, hari Selasa dan Minggu, cukup lah ya untuk seusia kita ini”. “Segitu juga sudah cukup, badan juga jadi terasa fit”.

               “Ya, saya ada beberapa pengalaman berkesan dan lucu selama saya menekuni badminton ini, diantaranya ketika mendapat kesempatan untuk berkunjung ke CipanasCianjur, kita berangkat dari Bogor jam 7 pagi, karena rencana akan bermain jam 9 pagi dan pulang sore. Tak disangka, sesampai disana, kita disambut dan dijamu secara luar biasa , jadi, setelah selesai main jam 1 siang , masih diajak bertanding oleh beberapa persatuan bulu tangkis di daerah situ, dengan alasan mumpung disitu, masa pulang cepat. Ya sudah, untuk menghargai tuan rumah, kita akhirnya meladeni permintaan latih tanding, dan akhirnya jadi harus menginap disana, di sebuah villa yang disiapkan oleh panitia”, Nizom mengenang, dengan bermain badminton, Nizom menambahkan bahwa ruang lingkup pergaulannya menjadi lebih luas.

               “Kemudian ada pengalaman berkesan lainnya, di dalam sebuah turnamen di daerah Ciampea, saya berkesempatan untuk bertanding melawan pemain Pelatnas, wah jarang-jarang punya kesempatan seperti itu kan”, Nizom kembali menambahkan kenangannya.

               “Belum ada lah prestasi yang spektakuler, paling ikut tim desa untuk turnamen antar kecamatan dan pernah juara 3”, Nizom tersenyum.

               Ditanya soal kesan dan pesan bagikawan-kawan lain sesama alumni 92 yang misal ingin mulai bermain badminton?

               “Ya, jangan pake target lah, dan jangan memaksakan diri. Ingatlah faktor usia”.

               “Kalau bisa sih, pilih olahraga lain ya, badminton ini olahraga yang rawan cedera,jadi kebugaran tubuh sangat vital, dan usahakan sekali, jangan lah berolahraga badminton ini di malam hari”.

               “Ini pun saya sebenernya sedang cedera”,

               Pengobatannya?

               Ya paling ke tukang urut saja.

               Kalau sudah pulih dan kembali bugar, mudah-mudahan bisa ikut turnamen (masih didaerah Ciampea), di kelas usia gabungan, dari tanggal 8 Okt sd 13 Okt, ya adalah target sih, bisa lolos aja dulu dari babak penyisihan, selanjutnya ya kitalihat.

               Saya sekarang melakukan kegiatan badminton sambil bersuka ria dan refreshing, sering juga saya bermain badminton dengan perkumpulan bulu tangkis dari luar daerah, misal ke Sukabumi, Serang, Pelabuhan Ratu dan lain-lain. Kita berolahraga sekalian melancong sambil touring. Seru juga sih.

               Nuhun, Zom

               Sami-sami  *(RF)

Eko Kurnia, Sos 1

Eko Kurnia (Sos 1)

Senam Tera

               Saya menekuni dunia olahraga khususnya Senam Tera Indonesia itu, sejak tahun 2000, alasannya ya karena senam itu olahraga yang mudah, bisa diikuti oleh siapa saja dan juga bisa menjadi ajang silaturahim dengan sesama teman.

               Secara fisik, sejak menekuni olahraga ini, badan jadi terasa segar juga lebih bugar,dan Alhamdullilah sampai saat ini kayaknya saya belum pernah cedera.

               Suka Duka menekuni olahraga ini ?

               Duka hampir tidak ada, saya melakukannya karena suka dan senang, juga diantara sesama teman yang menekuni olahraga ini, tingkat kekeluargaan diantara kami sangat solid.  

               Pengalaman yang paling berkesan ?

               Mungkin ketika mengikuti HATERI (Hari Tera Indonesia) yang diselenggarakan di Blitarpada tahun 2017 lalu, disana para terawan dan terawati berkumpul di alun-alun kota dan mendapat sambutan yang sangat antusias dari warga Blitar karena ajang tersebut diadakan di kota mereka.

               Sekarang saya melatih senam di beberapa sasana yang berbeda-beda 4 kali dalam seminggu, saya pernah beberapa kali juara 1 di perlombaan pernafasan pokok dan lanjutan, juga juara 1 untuk lomba senam kreasi lainnya

               Insya Allah, di bulan Desember mendatang, akan diselenggarakan HATERI di kota Bogor, akan dihadiri oleh terawan dan terawati dari seluruh Indonesia, di dalam event ini akan diadakan berbagai macam lomba, lomba pernafasan pokok, lomba pernafasan lanjutan, disko tera, dan lain lain. Saat ini saya dan teman-teman sedang giat berlatih agar bisa menjadi juara 1 di tingkat nasional.

               Pesan untuk teman-teman ?

               Mari kita berolahraga.   

               Bagi yang ingin bergabung dan berlatih senam tera bersama kami, jangan malu-malu dan jangan malas berlatih. Jangan kita memulai olahraga justru setelah jatuh sakit. Jangan menunggu sakit.

               *(MM)

Cahyadi, Sos 1

Cahyadi Putramijaya (Sos2)

Marathon

               “Berat badan saya turun sebanyak 13 kilo, dan ukuran celana turun dari 36 ke 32. Itu terjadi sejak pertama kali saya menekuni olahraga lari di April tahun 2016 “, Cahyadi membuka ceritanya kepada PEMRED majalah ini, Nuki.

               “Semulaya karena iseng, awalnya sih saya ingin berolahraga main basket, tapi mau mulai main basket lagi jadi mikir, lari aja sudah ga kuat, ya apalagi main basket. Jadilah saya mulai iseng lari. Ya walaupun iseng , juga karena saya sudah merasa badan ini sudah semakin berat saja. Maka, di April tahun 2016 itu saya mulai berlari”.

               “Awal lari, hanya sanggup berlari 100 meter saja, dengkul terasa nyeri dan nafas mulai tersengal-sengal, capek banget, tapi saya paksakan terus , walau capek, pastinya adalah perasaan malas lah yang sebenernya sedang saya lawan”.            

“Kali kedua, saya paksakan lagi berlari. Capek sekali rasanya. Untungnya, karena di tempat berlari itu banyak juga orang yang sedang berlari, saya jadi kenalan dengan sesama pelari yang sedang berlatih di tempat yang sama. Singkat cerita, saya mulai bergabung dengan komunitas sesama pelari yang namanya Indorunners Bali, karena kebetulan jadwal latihan mereka berlari, sesuai dengan jadwal kosong saya”.

               “Karena jadi mulai banyak teman, akhirnya mulai berlatih teratur, 3 x seminggu bersama dengan Indorunners Bali, setelah sebulan lari dengan mereka, mulai terbiasa berlari dengan kombinasi jalan kaki”.

               “Diawal awal menekuni kegiatan lari ini, ya paling banyak dukanya, ya karena badan ini capek sekali, namun jadi suka karena jadi banyak teman. Kemudian saya berkenalan dengan pelari senior di olahraga lari yang namanya Patricia Heny, beliau lah yang terus memotivasi kami untuk terus berlari. Memasuki bulan keempat, saya sudah bisa lari non-stop sejauh 2 km sampai 3 km”.

               “Pengalaman yang berkesan adalah ketika mencoba untuk mengikuti event lari Maybank Bali Marathon, perasaan saya saat itu bangga dan sangat terharu karena bisa menyelesaikan lari sejauh half marathon, dan finish untuk mendapatkan medali. Pengalaman lainnya yang sangat berkesan adalah ketika berhasil menyelesaikan lomba full marathon di tahun 2017 lalu”.

Dalam kegiatan menghimpun dana untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala

               Pernah cedera ?

               “Iya pernah. Pemulihannya dengan fisiotherapy dan minum obat herbal. Antisipasi untuk cedera sebenarnya adalah dengan melakukan pemanasan dan pendinginan yang benar”.    

Target ?

               “Target tahun depan adalah finish full marathon di Maybank Bali Marathon sekalian memperbaiki catatan waktu”.

               Ada pesan untuk kawan-kawan ?

               Ayo kita mulai berolahraga lagi.

               Lari itu enak, makin jauh jarak yang bisa kita tempuh, makin kita mengenali diri kita sendiri.

               Pain is only temporary, victory is forever.

               Berlari sangat bermanfaat bagi fisik, badan segar, daya imun badan jadi lebih kuat. Secara Psikis, pikiran kita juga jadi lebih tenang.

               Ayo, mari kita berlari, tidak ada kata terlambat untuk memulainya.

               Rasakan manfaatnya yang sangat banyak bagi tubuh dan pikiran kita. (*NP)

Ratih (Bio 2), Hani (Bio 2), Grace (Bio 3) dan Syemmy (Fis 2)

Catatan : Baru mau memulai olahraga rutin sekaligus ajakan untuk bergabung

Olahraga yang paling gampang dilakukan dan tidak mahal adalah jalan kaki.

Tapi, yang tidak gampang adalah memulainya, banyak sekali alasannya: nggak ada teman, malas sendirian, nanti makan bubur ayam sama siapa?

Tapi, coba saja ajak teman-teman, siapa tahu mereka pun merasakan hal yang sama. Olahraga bersama teman banyak manfaatnya: saling memotivasi untuk mencapai target jumlah jalan kaki yang ingin ditempuh, paksaan halus kepada diri sendiri untuk menepati janji bersama teman yang menyanggupi untuk ikut olahraga, dan kemudian timbul kesadaran betapa pentingnya menjaga kesehatan dengan melakukan olahraga rutin.

Seperti yang kami lakukan pada Sabtu (29/09) lalu. Kami (Ratih, Hani, Grace dan Syemmy), janjian untuk jalan kaki di Taman Heulang, Bogor. Cuma berempat. Untuk pertama kalinya. Tapi di akhir perjumpaan, kami sepakat untuk olahraga secara rutin. Rencananya setiap Sabtu pagi, minggu keempat, jam 08.00 pagi.

Olahraga bersama teman lebih seru, dan bersemangat. Ada yang nemenin makan bubur ayam… 😀  (HH)

Sport and Kesehatan

magazinegani92 View All →

Online Newsletter for All Alumni of SMA 2 Bogor, Class of 1992.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: