(Sport dan Kesehatan) Kenapa Kita Harus Berolahraga ?

Ada banyak alasan yang bisa dapatkan bila kita bertanya, Kenapa kita harus olah raga?

Dengan banyak alasan tersebut, akan timbul pula alasan untuk mengatakan pada diri sendiri bahwa tidak perlu melakukan olahraga, contoh :

“Dengan olah raga, akan meminimalisir stress”, ….halah, sampai umur segini ga pernah tuh stress, padahal gak olah raga.

“Olah raga membantu menurunkan berat badan”, ….lha gue kurus begini, kalo olah raga tambah kurus dong.

“Olah raga memperbaiki gairah seksual”, ……bhahahahaha, ada juga cape kaleee, habis olah raga mana kuat ‘begituan’.

Jadi, Kenapa kita harus olah raga? ,  kenapa enggak?

Iya, kenapa enggak?  Karena olah raga itu membuat bahagia.

Olah raga bukan hanya suatu aktifitas fisik. Olah raga merupakan aktifitas fisik yang terstruktur, terencana, dan memiliki pergerakan tubuh yang berulang dalam suatu periode waktu atau jarak yang terukur.

Kita ambil contoh olah raga lari.

Ketika berlari dan kecepatannya (juga waktu tempuhnya) melampaui tingkat kenyamanan tubuh, sel otot tertentu tubuh, sebut saja sel otot khusus, memberikan sinyal ke tubuh untuk melepaskan anandamide (neurotransmitter; senyawa kimia tubuh yang mampu menghantarkan sinyal padasystem saraf tubuh) dan hormone endorphin.

Anandamide lebih cepat mencapai sel otak, karena struktur kimianya mampu menembus sawar darah otak (membrane selektifsemi-permiable yang membatasi sirkulasi darah di otak dan cairan di system saraf pusat) sedangkan hormon endorphin (walau dihasilkan di hipofisisanterior, bagian bawah/dasar otak) membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai sel otak. Kita harus berlari lebih jauh dengan tambahan waktu agar keduanya mencapai kadar/level yang sama.

Ketika keduanya mencapai kadar yang sama maka kedua senyawa ini akan membatasi sensor rasa sakit/lelah (nocireceptors  dari sumsum tulang belakang), sehingga“keluhan otot gerak” akan beban yang dialaminya tidak sampai secara sempurna keotak. Bila sensor tersebut diterima otak, maka bisa jadi otak akan memberi perintah untuk menghentikan aktifitas berlari agar otot gerak tidak lelah/sakit.

Ketika endorphin, yang bisa kita juluki sebagai hormon kebahagiaan, mencapai area pre-frontal dan limbik otak   (errr… sebuah area/lokasi di otak yang mengatur fungsi neuropsikiatri, fungsi motoric dan juga emosi serta perilaku), sensasi euphoria mulai menyebar, menyeruak di sel-sel kelabu otak. Semakin banyak endorphin mencapai area ini, semakin nyaman dan senang dirasakan oleh yang belari. Efek analgesic dari endorphin ini, jauh lebih kuat dari efekmorfin !! Beta-endorphin 18-50 kali lebih kuat dari morfin, sedangkan dinorfin hampir 50 kali lebih kuat. Keduanya merupakan beberapa jenis endorphin yang dihasilkan tubuh, hasil sintesa dari asam amino yang ada dalam tubuh. Endorphin sendiri berasal dari kata endogen morphin, atau morphin yang berasal dari dalam tubuh. Kadang kita mengenalnya sebagai “adrenaline rush”atau “runner’s high”.

Oke, begitu sensasi nyaman, bahagia timbul yang distimulasi oleh endorphin ini, melalui olah raga, apa otot tidak akan lelah?

Ya lelah tentunya, ada batas yang tercapai ketika asam laktat (senyawa hasil metabolisme untuk energi otot) mencapai maksimal, maka sensasi tersebut akan berkurang. Tapiiiii… luar biasanya tubuh kita (yang merupakan anugerah Yang Kuasa), batas maksimal tersebut dicapai melalui mekanisme adaptif.

Maksudnya adalah secara bertahap tubuh akan mempunyai ambang batas yang memanjang apabila rutinitas olah raga tersebut dilakukan. Pada saat awal melakukan aktifitas olah raga, sensasi kebahagiaan akan berlangsung sebentar langsung disusul oleh rasa lelah, tetapi makin sering olah raga dilakukan, beban makin ditambah, maka “kebahagiaan” akan berlangsung lebih lama dan kelelahan juga tidak cepat timbul.

Ini baru manfaat endorphin yang memunculkan “kebahagiaan”, manfaat lain yang bisa diambil tubuh dari endorphin release ini adalah; satu, meningkatnya sistem kekebalan tubuh, endorphin dapat memicu produksi sel-sel pembunuh alami yang merupakan bagian dari system kekebalan tubuh yang membunuh sel-sel perusak.

Dua, menunda proses penuaan, lha kok bisa? Iyalah… karena endorphin mampu menghapus superoksida dari tubuh. Superoksida ini adalah molekul yang menyerang sel-sel hidup dan menyebabkan penuaan, dan lambatnya regenerasi sel. Tiga, mengurangi stress, otomatis lah ya… ketika kebahagian timbul, ketegangan dan tekanan psikis akan tereleminir.

Itu semua adalah efek langsung dari endorphin release, efek tidak langsung yang dirasakan tubuh tentunya cukup banyak bila disebutkan satu persatu. Satu hal yang cukup terkait adalah, perbaikan system pernafasan, pertukaran oksigen dan karbon dioksida tubuh akan menjadi lebih baik. Suplai oksigen ke otak menjadi lebih baik, pikiran dan daya kreasi menjadi lebih baik.

Ketika system pernafasan membaik, system peredaran darah akan juga terkompensasi, tekanan darah menjadi stabil. Selamat tinggal Hipertensi !

Lemak tubuh akan diubah menjadi energi, selamat tinggal Obesitas !

Intake dan outtake cairan tubuh akan menjadi sempurna, selamat tinggal gagal ginjal !

Begitu pula dengan asupan makanan, kebutuhan nutrisi akan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh untuk energy dan regenerasi sel. Ritme dan frekuensi makan menjadi teratur, selamat tinggal gastritis (maag) !!

Nah… Kenapa kita harus olah raga? Karena olah raga itu membuat bahagia.

Ingin bahagia? Olah raga !

(dr.Wirawan Freefianto)

Daftar Pustaka

The Role of Endorphine in Exercise, Kennon T. Francis, paper in The Journal of Orthopaedic and Sports Physical Therapy.

β – Endorphin Response to Exercise, Allan H. Goldfarb and Athanasios Z. Jamurtas, an update at Sports Medicine Journal

Release of Endomorphine Hormone and Its Effects on Our Body and Moods, P.B. Rokade, paper at International Conference on Chemical, Biological and Environment Sciences.

The prefrontal cortex: categories, concepts and cognition. Miller EK, Freedman DJ, Wallis JD.  Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Series B, Biological Sciences

Sport and Kesehatan

magazinegani92 View All →

Online Newsletter for All Alumni of SMA 2 Bogor, Class of 1992.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: