(Know Your Mate) Edwin Bougenville, His Passion to Music and His Dreams

“Setelah jatuh bangun berkali-kali, dan berganti-ganti profesi dalam pekerjaan, saya akhirnya memantapkan diri untuk fokus dalam mengembangkan usaha dalam management entertainment yang menjadi vendor partner dari berbagai hotel dan institusi”

Demikian Edwin membuka percakapan untuk menjelaskan sejak kapan dan asal mulanya ia berkecimpung di dunia musik.

“Saya melihat adanya peluang dan kesempatan di bidang ini, sehingga akhirnya mantap untuk fokus dalam bidang management entertainment, saat itu belum banyak bidang sejenis tersedia di kota Bogor, dan saya mencoba untuk masuk di dalamnya, Alhamdullilan sampai saat ini saya makin mantap berkarier menjadi musisi dengan management entertaintment”.

Edwin punya pendapat pribadi untuk memberikan gambaran masa depan dari bidang yang ia geluti ,

“Saat ini perkembangan teknologi digital sudah demikian maju, musisi mempunyai kemudahan dalam mengembangkan skill dan wawasan bermusikseluas-luasnya. Penggunaan sosial media juga semakin masif, membuat musisi mempunyai banyak cara dalam mendistribusikan dan mempublikasikan karya mereka ke dunia luar, tidak selalu harus bergantung kepada media mainstream. Pendek kata, saya sangat optimis bahwa profesi di bidang management entertainment , khususnya musisi akan semakin maju dan meluas. Sebagai contoh, sekarang sudah banyak band-band terkenal yang mengawali kariernya dari musisi indie yang awalnya hanya mengandalkan distribusi melalui sosial media”.

Apakah akan mengijinkan apabila anak sendiri ingin berkarier di bidang musik ?,

“Saya tidak mungkin menutup perkembangan dari anak-anak saya sendiri, karena bakat adalah anugerah” . 

“Saya sudah melihat ada salah satu anak saya yang mempunyaiminat bermusik, tapi saya biarkan saja dan tidak saya arahkan. Karena menjadi musisi itu adalah sebuah proses, saya biarkan dia untuk mengalami proses tersebut terlebih dahulu dan mengalir apa adanya”.

“Saya merasa tidak mempunyai bakat keturunan dalam bermusik, orang tua saya bukan pemusik, tapi memang ada salah satu keluarga dari pihak ayah yang menjadi musisi juga di Jogja”, Edwin melanjutkan.

“Banyak sekali yang ingin saya kerjakan. Ingin membuat rekaman, ingin punya studio musik dan kalau sudah punya rekaman, saya ingin konser tunggal. Amiin”.

Tapi, yang berkaitan dengan SMA 2 Bogor, Edwin sebagai alumni masih mempunyai angan-angan , “Saya ingin sekali membentuk Choir Mars Smanda yang isinya terdiri dari alumni SMA Bogor yang sekali-kali bisa konser di acara acara alumni, dan untuk umum”.

“Saya terinspirasi dari satu channel di You Tube, di Kanada ada satu choir yang anggoatanya adalah masyarakat biasa dari berbagai macam profesi, mereka hanya hobby menyanyi. Bahkan ada juga yang tidak bisa menyanyi, hanya senang mendengarkan, tapi juga ikut bergabung. Mereka punya jadwal untuk bernyanyi bersama, jadi ini semacam choir dengan prinsip Sing Along. Saya ingin membentuk choir semacam itu, dan saya yakin ini bisa menjadi satu kegiatan yang akan mempererat tali persahabatan kita semua sambil bersuka ria bernyanyi bersama “.

(Red : yang dimaksud oleh Edwin adalah sebuah group Choir diKanada, Choir Choir Choir , bisa dilihat aksi mereka di kanal You Tube).

Ada uneg-uneg ?

“Ya. Saya sering berkeliling sekolah dalam rangka mengajar atau hanya sekedar membantu vokal group mereka, ternyata hampir semuanya salah dalam menyanyikan lagu-lagu nasional, karena penyampaian notasi lagu dari generasi ke generasi tidak diajarkan dengan baik. Hal lain, saya juga prihatin dengan kenyataan bahwa anak-anak sekarang lebih suka menyanyikan lagu-lagu pop untuk dewasa. Kita kekurangan lagu-lagu untuk anak-anak. Sudah habis stoknya”.

Sebetulnya, apa tepatnya kegiatan Edwin sehari-hari ?

‘Selain Live Performance, saya juga mengerjakan semacam orderan untuk mengaransemen lagu, atau mengerjakan pesanan paket multi media musik, saya juga mengajar musik, dan sekarang sedang masuk ke bidang baru ialah menjadi event organizer acara-acara yang berhubungan dengan entertainment”.

“Saya sudah tidak lagi mengamen secara regular, saat ini masih menyelesaikan kontrak untuk penampilan regular dengan satu hotel di Bogor, selebihnya, saya manggung dari satu event ke event lain, atau manggung untuk bermain musik di acara-acara yang sifatnya private.

Darimana julukan Bougenville itu berasal , dan kemudian menjadi nama yang melekat ?

“Bougenville itu nama dari management talent yang saya pimpin, isinya ada band, electone, dancers, dan sebagainya. Karena saya pemimpinnya, maka akhirnya seperti menjadi nama belakang saya. Tentu semua sudah tahu kalo Bougenville itu adalah nama tanaman yang tumbuh subur di Indonesia, apalagi sedang berbunga, akan terlihat indah berwarna-warni. Semoga management talent yang saya pimpin ini juga bisa menghasilkan bakat-bakat yang berwarna-warni seperti Bougenville. (RF/EB)

Know Your Mate

magazinegani92 View All →

Online Newsletter for All Alumni of SMA 2 Bogor, Class of 1992.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: